Topeng

Mungkin kamu yang terlalu hebat dalam menyembunyikan aib, sehingga menyisakan banyak ruang untuk kekaguman orang lain terhadap diri kamu itu.

Jangan terpedaya kekaguman orang banyak, pujian-pujian mereka tidak pernah menggambarkan dirimu yang sebenarnya. Dirimu bukanlah apa-apa yang mereka lihat, dirimu adalah apa-apa yang selalu kamu sembunyikan.

Bersyukurlah kamu punya teman-teman yang naif, yang mudah saja ditipu dengan topeng kamuflasemu. Ia indah, berwarna–warni. Topeng itu selalu mewarnai hidup orang lain di sekitarmu, yang dengan warna itu kamu tunjukkan dirimu pada dunia. Padahal, sejatinya ia menutupi dirimu yang sesungguhnya, yang suram tanpa warna.

If I wear a mask
I can fool the world
But I cannot fool my heart

Kalau sudah begitu, tidakkah kamu merasa bersalah pada hatimu?

Waktu dhuha di Tangerang Selatan
1/4/2017

Kok Sedih?

“Laki-laki itu harusnya sedih kalau ketinggalan shalat subuh berjama’ah di masjid, bukan sedih kalau ditinggal perempuan.” -Ust. Khalid Basalamah-

Dan sekarang aku bertanya, untuk apa sedihku selama ini?

Apa karena kehilangan satu amin di belakang imam, atau karena kehilangan dirimu di setiap malam?

Atau apakah justru karena dua-duanya, urung bangun di awal waktu karena terus mencari bayangmu di dalam mimpiku?

Duh, celaka kalau begitu. Dunia tak tergapai, malah akhirat yang tergadai.

Rabbi inni zhalamtu nafsi, faghfirlii

#ciegalau #uhui #kokbanyakhashtagnya #dikiracaptioninstagram #inikanblog

Sampai Kapan Mau Dipendam Dalam Hati?

Fulan is in a relationship with Fulanah

Begitulah yang tertera di depan gua saat ngebuka Facebook hari itu. Relationship status yang baru aja di-update sama temen gua itu dalam waktu singkat jadi hits di timeline gua dengan puluhan like dan belasan comment.

Ciee, selamat yaa

Langgeng ya sama Fulanah

#lapar #makanmakan #traktiran

Begitulah beberapa komentar yang gua baca di sana. Semuanya terlihat senang dan bahagia untuk kedua insan yang melepas status single-nya. Meski mungkin di antara mereka ada yang menyimpan cemburu di hati, tapi ah udahlah. Nggak mungkin kan sampai ada yang tega merusak euforia yang ada?

Sementara gua sendiri? Yah, cuma nyengir kuda. Pengen sih ikutan komentar yang beda dari yang lain,

#bukanmahram #belumhalal

Ketika jari gua udah siap pencet tombol Enter, ada rasa nggak enak datang menyerang. Dari nyengir kuda jadi nyengir cuka, gua tersenyum kecut.

“Ah, apa yang udah terjadi mau diapalagi. Ga bisa lagi berubah. Toh, yang penting udah diingkari dalam hati.”

Dengan cepat gua tekan tombol backspace, menghapus apa yang seharusnya disampaikan.

**********

Biasanya kalau abis kuliah gua usahain buat selalu mampir ke musholla. Sayangnya usaha gua itu sering gagal dan akhirnya malah lurus terus ke kantin, haha. Nah, hari itu juga sama. Habis kelas gua langsung cabut ke kantin, entah untuk apa waktu itu. Tapi yang jelas bukan buat ngedeketin ibu kantin, takut ada dosen yang meradang.

Continue reading Sampai Kapan Mau Dipendam Dalam Hati?

Sebelum Kamu Berbuat Baik

Cara termudah untuk mengukur seberapa ikhlas dirimu dalam beramal adalah bandingkan kualitas dan kuatitasmu berbuat baik ketika ada atau tidaknya orang yang melihat. Apakah dengan ada atau tidaknya orang lain kamu tetap melakukan kebaikan sebagaimana biasanya? Atau jangan-jangan, hanya ketika ada orang melihat ibadahmu giat namun ketika sendiri malah jadi ahli maksiat?

Karena sederhananya, ikhlas adalah tentang kepada siapa kebaikanmu itu kamu persembahkan. Jika benar-benar ikhlas dalam berbuat, maka tidak peduli ada atau tidak adanya orang lain yang melihat, hadir atau absennya orang lain yang menyaksikan, maka tidak akan berpengaruh sedikit pun terhadap amal perbuatan kita. Kebaikan itu tidak akan bertambah ketika di tengah keramaian, pun tidak akan berkurang ketika di dalam kesendirian.

Tentang ikhlas, akan selalu ada pertanyaan yang harus terjawab sebelum kamu berbuat baik, kepada siapa kebaikan ini aku persembahkan? Apakah benar-benar kupersembahkan kepada Allah dengan mengharap ridha-Nya, atau jangan-jangan terselip nama selain-Nya yang ingin kuraih penghargaannya?

Ketika langit Surabaya dirundung Dhuha

4/3/2016

Yang Berbahaya

Yang berbahaya ketika sedang jatuh cinta adalah jika ia mulai menguasai hati. Cara mengetahuinya adalah ketika kamu mulai mendefinisikan susah-senang, gembira-gulana, sedih-bahagia, tidak lepas dari bayang dirinya.

Yang berbahaya ketika sedang jatuh cinta adalah jika ia mulai menjadi sebab segala gerak. Cara mengetahuinya adalah ketika segala perilakumu, segala tindak tandukmu, mulai bergantung pada keberadaannya, mulai candu akan kehadirannya.

Yang berbahaya ketika sedang jatuh cinta adalah jika ia mulai menjelma menjadi niat. Cara mengetahuinya adalah ketika tulusmu rupanya harus dibayar pengakuannya, ketika ikhlasmu ternyata minta diganjar dengan ridhanya.

Yang berbahaya ketika sedang jatuh cinta adalah jika ia mulai membuatmu kehilangan jati diri. Cara mengetahuinya? Ketika kamu tidak lagi menjadi dirimu sendiri.

Just a random self-reminder, nggak lebih kok 🙂

Surabaya, 18/2/2016

40 Alasan

raining

Tolong, jangan pernah mencela hujan. Sekalipun hujan itu yang membuatmu tertahan sendirian.

Tolong, jangan sampai kau cela hujan. Sekalipun hujan itu berarti ada lagi satu rencana yang tidak jadi.

Tolong, jangan coba kau cela hujan. Sekalipun hujan itu artinya perlu menunggu lebih lama dari seharusnya.

Cobalah menerima segala takdir Allah dengan penerimaan yang indah, dan mulailah dengan tidak mencela hujan. Sebab, ada banyak pelajaran yang diajarkan langit dengan hujannya. Hujan yang turun tak sekalipun bisa tertahan oleh apapun. Mau tidak mau, suka tidak suka, cepat atau lambat, ia yang jatuh dari langit pasti akan sampai ke bumi bagaimana pun caranya.

Continue reading 40 Alasan