SN vs KPK dan Rumitnya Hubungan Kita

Aku pusing melihat sikapmu yang dingin, netizen pusing pantengin kasus Pak SN.

Kamu tahu Pak SN kan? Itu loh, ketua dewan yang terhormat itu. Tahu nggak sih kenapa kok gara-gara beliau negara jadi heboh banget sekarang-sekarang ini? Padahal, kasus-kasusnya sebenarnya sudah mulai dari dulu loh. Emang sih kasusnya dimulai bahkan sebelum aku mengenal kamu, tapi percayalah, gaduhnya sama. Yang satu bikin gaduh satu negeri, yang satu bikin gaduh di hati.

Aku nggak bakal cerita soal kasus-kasus Pak SN kok, udah terlalu jauh. Kan katanya itu tinggal masa lalu, nggak usahlah dibicarain lagi. Kayak kamu yang nggak mau membicarakan cowok cemceman kamu zaman SMA dulu itu. Bukan karena masih ada rasa kan ya? Hemm…

Kita mulai dari yang akhir-akhir ini aja ya, mundur beberapa minggu dari chat terakhir kita.

Awalnya Pak SN, si ketua dewan yang terhormat itu, ‘hanya’ mangkir dari panggilan KPK saat ditetapkan jadi saksi hingga tersangka. Panggilan-panggilan KPK mungkin dianggap angin lalu olehnya, persis kamu yang tak pernah mengacuhkan pesan-pesanku. Maklum, beliau kan orang penting, sama kayak kamu kan?

Pesan-pesanku nggak seheboh KPK pas manggil SN sih. Nggak semegah konferensi pers-nya KPK yang ramai dengan wartawan, pesan-pesanku ke kamu cuma sesungging senyum kalau kita lagi papasan aja. Garing ya? Aku kan nggak mau mencintaimu dengan heboh. Aku ingin kayak Sapardi Djoko Damono yang mencintai dengan sederhana. Semoga kamu paham.

Continue reading SN vs KPK dan Rumitnya Hubungan Kita