Dia Bukan Al Hajjaj

“Jika rakyat ingin terbebas dari penguasa yang zalim maka hendaklah mereka meninggalkan kezaliman yang mereka lakukan”
(Fakhruddin Ar Razi, dalam Tafsir At Tahrir wat Tanwir 8/74)

Mari saya kenalkan kalian kepada sosok Al Hajjaj bin Yusuf Ats Tsaqafi. Namanya asing? Iya, bagi kalian, tapi tidak bagi mereka yang hidup di abad pertama Hijriah. Nama ini begitu dikenal dalam sejarah sebagai sosok yang kejam, zhalim, dan sewenang-wenang saat menjadi gubernur Irak di masa Daulah Bani Umayyah.

Daftar kejahatannya? Jangan tanya. Entah sudah berapa banyak darah kaum muslimin tertumpah di tangannya. Dan bukan sembarang kaum muslimin yang jadi korbannya. Abdullah bin Zubair bin Awwam, putera sahabat Nabi yang agung, dan Said bin Jubair, ulama besar murid Ibnu Abbas itu, tak luput dari sabetan pedang tentaranya. Ah, jangankan itu. Hingga Ka’bah, rumah Allah yang mulia pun, sempat hancur dinding-dindingnya karena ulah kelakuannya. Terbayang kan betapa ngerinya sosok Al Hajjaj ini?

Biar komentar Umar bin Abdul Aziz yang berbicara, memberi gambaran kepada kita bagaimana badass-nya tokoh kita satu ini.

“Kalau sekiranya setiap umat datang dengan para penjahatnya, dan kita datang dengan membawa Al Hajjaj, sungguh kita akan mengalahkan mereka semua.” (Al Bidayah wa An Nihayah, 6/267, 9/158)

Continue reading Dia Bukan Al Hajjaj

Advertisements

108 Tahun Mohammad Natsir

Mohammad_Natsir_2011_Indonesia_stampMan, kalo gua disuruh nyebutin satu nama yang pantas disebut legend atas jasa-jasanya, perjuangannya, ketulusannya, serta baktinya untuk agama, nusa, dan bangsa, maka tokoh pertama yang gua sebut namanya adalah Mohammad Natsir rahimahullah (17 Juli 1908 –  6 Februari 1993), tanpa mengecilkan peran tokoh lain seperti Soekarno, Hatta, Sjahrir, dan lain-lain. Sayangya, nama Mohammad Natsir ini nggak sementereng nama-nama tokoh lain. Namanya tenggelam di masa Soekarno, dirinya dicekal di masa Soeharto, dan perannya jarang disebutkan di buku pelajaran sejarah di sekolah-sekolah. Mungkin, karena itulah kita jadi kurang kenal sama tokoh legend satu ini.

Padahal kalau mau main itung-itungan jasa, mau adu keren-kerenan, Mohammad Natsir ini bisa menang banyak,

  • Perdana Menteri Indonesia kelima, atau Perdana Menteri Indonesia pertama di masa Demokrasi Parlementer. Zaken kabinet pertama. [1]
  • Mosi integral Natsir, yang dengan ini Mohammad Natsir layak digelari arsitek Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ini yang sayangnya orang Indonesia sendiri banyak yang nggak tahu, kalau kita bisa kembali ke bentuk negara kesatuan (yang sebelumnya dipecah ke dalam Republik Indonesia Serikat) tidak lepas dari kepiawaian dan tangan dingin beliau. [1]
  • Pendiri sekaligus pemimpin Partai Masjumi, partai Islam terbesar di Indonesia yang pernah ada, bisa disejajarkan dengan Ikhwanul Muslimin di Mesir. Partai legendaris juga ini, tokoh-tokohnya dahsyat. Ada Burhanuddin Harahap (Perdana Menteri yang pertama kali melaksanakan pemilu pertama di Indonesia), Syafruddin Prawiranegara (ketua -setingkat presiden- Pemerintahan Darurat Republik Indonesia, gubernur BI pertama), M. Roem (diplomat pada perundingan Roem-Royen), Hamka (ketua MUI pertama), daan masih banyak lagi. [2]
  • Pemenang King Faisal International Prize bidang Service to Islam tahun 1980. Penghargaan yang sama yang diterima Zakir Naik tahun 2015 dan Erdogan di tahun 2010 coy, gila. Prestasinya? Ketua Liga Muslim se-Dunia (World Muslim Congress), anggota majelis tinggi Rabithah Alam Islami, pendiri Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia. [1]

Continue reading 108 Tahun Mohammad Natsir