Keep Inspiring!

inspireMelihat poster di atas yang berlalu-lalang di lini masa media sosial saya, rasanya jadi ingin flashback ke masa lalu *cie *apaansih.

Bejat-bejat begini, saya pernah jadi pengurus lembaga dakwah jurusan (LDJ) di kampus saya. Departemen yang saya urus pun bukan departemen biasa: Departemen Kaderisasi. Hebat kan? Heran juga saya kok bisa ya saya dipilih. Saya yakin, satu-satunya alasan mengapa saya diberi amanah adalah karena tidak ada orang lain yang mampu mengembannya. Bukan karena mereka kurang berkompeten, justru karena saking berkompetennya mereka akhirnya mereka sudah diamanahi lebih dulu di tempat lain.

Dari tujuh orang staf, hanya saya yang available, sisanya taken. Satu sudah jadi ketua himpunan, satu jadi ketua LDJ, satu jadi kadep PSDM himpunan, satu jadi bendahara umum LDJ, satu jadi koordinator di BSO, dan satu lagi jadi kadep di departemen lain di LDJ. Jadilah tinggal saya yang kosong amanah, dan hanya saya satu-satunya sumber daya manusia yang tersisa di Kaderisasi. Yaudah, mau diapalagi. Kaderisasi berjalan tanpa ada staf ahli.

Beruntung, program kerjanya yang ‘terlihat’ hanya dua: INSPIRE I dan INSPIRE II, sejenis seminar sehari untuk mahasiswa baru yang dilakukan sekali dalam satu semester. Easy bangetlah ini program. Untuk panitianya, tinggal tunjuk satu orang staf menjadi ketua panitia (baca: tumbal) dan biarkan ia berjalan sendiri. Untuk pesertanya, yaelah maba unyu gitu kan tinggal diajak aja apa susahnya. Tinggal koordinasi ke himpunan, beres. Ah indahnya…

Begitu yang saya pikirkan di awal-awal masa jabatan saya. Sayangnya, pikiran saya salah besar.

Daya tawar lembaga dakwah di jurusan saya ternyata rendah, bahkan dianggap sebelah mata oleh banyak warganya. Jujur, mengubah pandangan mereka terhadap lembaga dakwah ini menjadi salah satu ambisi terbesar saya. Ingin rasanya membuat mereka menyesal kenapa tidak aktif di LDJ. Ambisi yang salah sih sebenarnya, lagian salah sendiri kenapa milih saya jadi kadepnya.

Satu semester berjalan sejak saya mengemban amanah, dan INSPIRE I sudah cukup jadi pelajaran betapa banyak kekurangan saya dalam menjalankan amanah ini. Tidak tanggung-tanggung, pengurus harian himpunan sampai turun gunung membantu saya. Sayangnya nggak ada istilah pensiun dini di LDJ, jadi bid’ah nanti.

Masuk semester genap, INSPIRE II di depan mata, dan itu satu-satunya cara untuk menyelamatkan muka saya di hadapan teman-teman dan dedek-dedek emesh. Harus ada pencitraan yang bagus biar pada tertarik ikut INSPIRE. Kasarannya, INSPIRE adalah salah satu event pencitraan LDJ, agar dedek-dedek emesh itu tau eksisnya LDJ ini, dan mungkin untuk ke depannya mereka tertarik join LDJ. Dan satu-satunya pencitraan yang mungkin dilakukan LDJ saya adalah INSPIRE II, karena INSPIRE I memang materinya berkenaan dengan akidah yang mungkin bagi orang yang jarang kajian bisa jadi cenderung kaku dan membosankan, sementara INSPIRE II lebih fleksibel.

Eh engga fleksibel juga deh, ada haluan dari atas (baca: LDK, Lembaga Dakwah Kampus, kalau LDJ setingkat jurusan sementara LDK setingkat institut) yang harusnya ditaati. Tapi ya memang dari awal sudah salah pilih kadep, haluan itu enggak saya gubris sama sekali.

Terinspirasi dari Mas Imran Ibnu Fajri, Presbem ITS 2014/2015 yang pernah mengadakan kajian di jurusannya bertema “Yang Muda Yang Berbahaya”, terciptalah tagline untuk INSPIRE II, “Yang Muda Yang Bergelora”, yang dari poster coming soon-nya aja dapet apresiasi dari dua kadep medfo himpunan *terharu.

inspPencitraannya lumayanlah ya, apalagi kalau lihat poster selanjutnya, pencitraannya totalitas banget.

inspire2Ya. Saking totalitasnya pencitraannya, akhirnya pematerinya pun jauh di luar kebiasaan. Dua presbem dari dua kampus yang berbeda. Ohiya, dari sinilah saya tau kalau daya tawar lembaga dakwah di jurusan saya ternyata rendah, bahkan dianggap sebelah mata oleh banyak warganya. Sebab setelah keluarnya poster ini, saya dengar sendiri berbagai komentar yang intinya,

“Oh, LDJ bisa juga ya ngadain acara ginian.”

Dipikir LDJ apaan -_-

Alhamdulillah, acara INSPIRE II lancar jaya dengan jumlah peserta yang melebihi ekspektasi. INSPIRE II 2015 jadi INSPIRE II dengan jumlah peserta terbanyak coy, Alhamdulillahilladzi bini’matihi tatimmush shaalihaat.

Mungkin karena niatnya kurang ikhlas, meski yang ikut acaranya banyak tapi yang join LDJ masih aja dikit, haha. Tapi setidaknya pencitraannya berhasil lah ya, pesertanya banyak, dan saya dapet banyak nomor dedek emesh setelah acara ini. Mayan buat modus wkwk.

Tapi tolong, langkah saya jangan ditiru, ga barokah. Gausah lebay pencitraannya, yang penting berkah ilmunya. Semoga INSPIRE tetap selalu menginspirasi. Keep inspiring! 🙂

Dhuha di BSD, 6/3/2017

Advertisements

Published by

Regin Iqbal

penuntut ilmu | pengagum sejarah | penggemar detective conan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s