Bukan Winter Sonata

kimspiration“Menjaga hati sendiri aja sulit, gimana menjaga hati orang lain?”

Alkisah, hiduplah sepasang muda-mudi di sebuah SMA di salah satu kota terbesar di Indonesia. Sebut saja mereka Rana dan Rani. Entah sudah berapa lama mereka saling kenal, tapi hubungan mereka terlihat begitu akrab. Hei, mereka bahkan sudah saling menyimpan rasa satu sama lain. Hanya saja, keduanya terikat pada koridor agama. Apalagi mereka bukan sembarang orang dalam dunia dakwah di sekolah mereka. Rana adalah seorang yang aktif mengikuti kajian-kajian Islam, sementara Rani aktif dalam kegiatan mentoring dan rohis. Jadi dengan kesibukan mereka yang sedemikian rupa, mereka hanya bisa merayakan perasaan mereka diam-diam. Saking diam-diamnya, tidak ada yang tahu bagaimana mereka berdua saling bertukar rasa. Hanya mereka yang tahu, dan cukup hanya mereka yang mengerti. Romansa yang penuh dengan ke-diam-diam-an ini berlanjut hingga akhir masa SMA.

Selepas SMA, rupanya mereka kembali dipertemukan di kampus yang sama. Mereka berkuliah di salah satu perguruan tinggi di Depok. Sayangnya, mereka tidak kuliah di satu fakultas yang sama. Gedung fakultas mereka terpisah jauh, membuat sebuah pertemuan langsung antara mereka menjadi begitu berharga.

Rana memang sudah lama menyukai Rani, sejak SMA. Tapi ketika berkuliahlah naluri Rana sebagai laki-laki memilih Rani untuk menjadi pendamping hidupnya. Bagaimana tidak, Rani begitu menawan di mata Rana.

Wajah, masuk standar cantik versi Rana. Kepintaran, terbukti dari IP yang selalu di atas 3,5 dari salah satu kampus terbaik di negeri ini. Akhlak dan penampilan, duh ukhti-ukhti idaman bangetlah yang ngeliatnya aja langsung pengen ta’aruf. Rasa yang sudah tertanam sejak SMA akhirnya semakin matang. Kini rasa itu bukan lagi rasa cinta ala sinetron remaja, tapi sudah tumbuh menjadi ala-ala film Ketika Cinta Bertasbih atau Ayat-ayat Cinta. Dan yang terpenting, ketika rasa itu sudah saling bersambut, maka pasti ada masanya untuk menjemput. Rana memutuskan akan mengukir lembaran baru bersama Rani, melanjutkan hubungan mereka ke tahap yang lebih serius, selepas mereka berdua meraih gelar sarjana.

Kamu tahu, empat tahun memang bukan waktu yang terlalu lama, tapi sudah cukup panjang untuk mengubah hati manusia.

Semenjak kuliah, Rani mulai berubah. Makin lama jubah keukhti-ukhtiannya makin dilepaskan. Mungkin karena terpengaruh pergaulan di kota satelit. Perubahan Rani dari ukhti-ukhti menjadi gadis model hijabi yang pelan tapi pasti membuat Rana gelisah.

Tahun pertama, tidak jauh seperti ketika di SMA. Tahun kedua, Rani sudah mulai berubah. Tahun ketiga, Rani semakin tenggelam. Dan tahun keempat, sempurna Rana tidak lagi mengenal Rani yang ia sukai sejak SMA. Padahal, Rana sudah berusaha untuk menjaga Rani. Tidak secara langsung pastinya, tapi yang jelas ia berusaha untuk mengingatkan Rani agar ia tetap berpegang pada nilai-nilai kebaikan yang telah ia genggam sejak SMA. Rana rajin mengingatkan Rani, namun Rani tak menggubris sama sekali. Rani terus berjalan dengan pilihannya sendiri.

Pernah suatu hari gua coba kepoin si Rani lewat media sosialnya, dan ya jujur gua terkejut. Rani yang gua liat di layar hape itu bukanlah Rani yang kenalan sama gua empat tahun lalu. Gua ga bisa menilai hati Rani, tapi bukankah tampilan luar adalah cerminan dari apa yang ada di hati? Dan sejujurnya gua takut suuzhan sendiri ke Rani tentang apa yang terjadi pada dia. Entah pengaruh dari mana yang membuat orang se-Assalamu’alaikum ukhti itu menjadi gadis hai cewek liat sini dong. Yang jelas, ya gua shock aja sih. Jadi keinget kan kalo hati ini memang milik Allah, maka mintalah pada-Nya agar hati ini kokoh.

Ohiya, bagaimana kabar Rana? Konon kita tidak bisa menghilangkan pikiran tentang seseorang yang pernah menjadi bagian penting dalam hidup kita, maka satu-satunya cara untuk mengatasinya adalah memunculkan hal-hal penting lain yang bisa kita pikirkan, agar pikiran lama tersebut tertumpuk di bawah hal-hal lain yang lebih bermanfaat. Rana memilih cara itu. Ia kini sedang melanjutkan S2 di salah satu perguruan tinggi paling bergengsi di Indonesia. Ia menenggelamkan dirinya pada berbagai jurnal dan paper ilmiah, sibuk mengurusi penelitian tesisnya. Kadang kalau nggak sibuk, malah dia sendiri yang nyibuk-nyibukin diri.

Terakhir, yang menarik dari kisah ini, yaitu ketika Rana berusaha mempertahankan Rani. Rana yang mungkin terinspirasi lagu Ari Lasso sehingga terobsesi menjadi penjaga hati bagi Rani, pada akhirnya harus menyerah. Dan tahu apa kata-kata yang terlontar?

“Menjaga hati sendiri aja sulit, gimana menjaga hati orang lain?”

Doakan Rana agar kuat menjaga hatinya, dan doakan Rani agar hatinya diluruskan kembali. Dan berdoalah agar hati kita selalu terjaga.

Ya Allah, Dzat yang membolak-balikan hati. Tetapkanlah hati ini kepada agama-Mu.

Serpong, tepat ketika adzan ashar berkumandang
27/2/2017

Advertisements

Published by

Regin Iqbal

penuntut ilmu | pengagum sejarah | penggemar detective conan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s