Pergi Untuk Kembali

Pergi untuk kembali…

Mana ada istilah kembali untuk tindakan yang justru membuat kita saling meninggalkan? Mungkin, kalimat di atas sebenarnya belum lengkap. Pasti masih ada kelanjutannya.

Pergi untuk kembali…pulang? Pergi untuk kembali kepada mereka yang terdefinisi sebagai rumah. Untuk kembali menghimpun remah rindu yang terserak oleh jarak, memungut senyum bahagia dari mereka yang kita panggil keluarga.

Atau mungkin, pergi untuk kembali…berjuang? Pergi untuk kembali bertarung di medan tempur yang baru. Untuk kembali menggantungkan impian-impian kita di langit, dan menjemputnya dengan usaha-usaha yang terbaik.

Atau jangan-jangan, pergi untuk kembali…asing? Pergi untuk kembali memulai segalanya dari awal lagi. Untuk kembali saling menyapa dengan sapaan canggung ketika bertemu, lupa bagaimana kita dahulu begitu akrab dan saling menyatu.

Tidak. Jangan. Tolong jangan kembali asing lagi. Karena ketika aku pergi, aku ingin kamu yang menjadi tempatku kembali.

“…And your eyes look like coming home…”

Bogor, ba’da isya
2 Muharram 1438 H

Advertisements

Published by

Regin Iqbal

penuntut ilmu | pengagum sejarah | penggemar detective conan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s