108 Tahun Mohammad Natsir

Mohammad_Natsir_2011_Indonesia_stampMan, kalo gua disuruh nyebutin satu nama yang pantas disebut legend atas jasa-jasanya, perjuangannya, ketulusannya, serta baktinya untuk agama, nusa, dan bangsa, maka tokoh pertama yang gua sebut namanya adalah Mohammad Natsir rahimahullah (17 Juli 1908 ā€“  6 Februari 1993), tanpa mengecilkan peran tokoh lain seperti Soekarno, Hatta, Sjahrir, dan lain-lain. Sayangya, nama Mohammad Natsir ini nggak sementereng nama-nama tokoh lain. Namanya tenggelam di masa Soekarno, dirinya dicekal di masa Soeharto, dan perannya jarang disebutkan di buku pelajaran sejarah di sekolah-sekolah. Mungkin, karena itulah kita jadi kurang kenal sama tokoh legend satu ini.

Padahal kalau mau main itung-itungan jasa, mau adu keren-kerenan, Mohammad Natsir ini bisa menang banyak,

  • Perdana Menteri Indonesia kelima, atau Perdana Menteri Indonesia pertama di masa Demokrasi Parlementer. Zaken kabinet pertama. [1]
  • Mosi integral Natsir, yang dengan ini Mohammad Natsir layak digelari arsitek Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ini yang sayangnya orang Indonesia sendiri banyak yang nggak tahu, kalau kita bisa kembali ke bentuk negara kesatuan (yang sebelumnya dipecah ke dalam Republik Indonesia Serikat) tidak lepas dari kepiawaian dan tangan dingin beliau. [1]
  • Pendiri sekaligus pemimpin Partai Masjumi, partai Islam terbesar di Indonesia yang pernah ada, bisa disejajarkan dengan Ikhwanul Muslimin di Mesir. Partai legendaris juga ini, tokoh-tokohnya dahsyat. Ada Burhanuddin Harahap (Perdana Menteri yang pertama kali melaksanakan pemilu pertama di Indonesia), Syafruddin Prawiranegara (ketua -setingkat presiden- Pemerintahan Darurat Republik Indonesia, gubernur BI pertama), M. Roem (diplomat pada perundingan Roem-Royen), Hamka (ketua MUI pertama), daan masih banyak lagi. [2]
  • Pemenang King Faisal International Prize bidang Service to Islam tahun 1980. Penghargaan yang sama yang diterima Zakir Naik tahun 2015 dan Erdogan di tahun 2010 coy, gila. Prestasinya? Ketua Liga Muslim se-Dunia (World Muslim Congress), anggota majelis tinggi Rabithah Alam Islami, pendiri Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia. [1]

Sebenarnya masih banyak lagi peran dan jasa beliau yang membuat diri ini makin menjadi butiran debu. Bedanya, kalau butiran debu ini baru sedikit berbuat atau berkontribusi udah merasa besar kepala, Mohammad Natsir malah semakin humble, down to earth bangetlah. Tau apa sebutan dari Kahin, sejarahwan Amerika, untuk seorang Mohammad Natsir? Menteri dengan jas bertambal. Kahin prihatin, pakaiannya tidak mencerminkan bahwa ia pernah menjadi orang paling berkuasa di parlemen. Bahkan, oleh staf-stafnya Natsir sempat mau dibelikan baju karena baju yang beliau pakai hanya itu-itu saja. Mobil Natsir pun hanya mobil biasa, sangat jauh dari kesan mewah.Rumahnya? Ah jelas jauh lebih kecil dari rumah sekelas menteri zaman sekarang. Tetapi jangan salah, rumah itu selalu terbuka untuk siapa saja yang membutuhkannya. Seorang Mohammad Natsir selalu menyambut siapa saja tamu yang datang ke rumahnya, apakah itu untuk berdiskusi, berdialog, dan tak jarang ada yang meminta bantuan. [1]

Legend parah ini orang. Tapi meskipun legend, yang namanya manusia ya pastilah ada kurangnya, nggak boleh ghuluw (berlebihan) dalam melihat seseorang. Agaknya, “lubang” yang membuat jatuh nama beliau adalah keterlibatan beliau dalam PRRI di masa Soekarno sehingga beliau ditahan hingga datang masa Soeharto. Emang dasar yang namanya legend, nggak bisa diam kalau ngeliat ada yang nggak beres. Udah dibebasin Soeharto, eh malah dicekal karena ikut dalam Petisi 50. Tapi biar dicekal, gaung namanya tetap menggema bahkan sampai tingkat dunia. Pemulihan hubungan Indonesia-Malaysia dan masuknya investor Timur Tengah yang memercayakan dananya ke Indonesia di zaman orde baru itu nggak lepas dari kepiawan diplomasi dan lobinya. [1]

Yah, kalau mau disebutin kelebihannya sebenarnya masih banyak lagi, nggak bakal cukup kalo ditulis semua di sini. Ini kan blog, bukan buku TA. Ngomong-ngomong soal TA, udahan dulu ya nulisnya. Besok saya mau sidang TA, insya Allah. Mohon doanya. Doa untuk beliau dan doa untuk saya. Semoga Allah merahmati Mohammad Natsir dan memasukkan beliau ke dalam surga-Nya.

Surabaya, menjelang waktu dhuha
17/7/2016

_____________

Referensi:

[1] Shahab, Idrus F.; dkk. 2008. Natsir:Politik Santun di antara Dua Rezim. KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) bekerjasama dengan Majalah Tempo.

[2] Artawijaya. 2014. Belajar dari Partai Masjumi. Jakarta: Pustaka Al Kautsar.

Advertisements

Published by

Regin Iqbal

penuntut ilmu | pengagum sejarah | penggemar detective conan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s