Zina dan Proses-prosesnya

“Nggak semua orang pacaran itu zina kok, Gin.”

Tidak ada perbuatan zina yang pelakunya langsung berzina di tempat saat pertama kali jumpa. Tidak ada perbuatan zina yang seketika terjadi begitu saja. Pasti ada proses, pasti ada tahapan-tahapannya.

Bisa jadi, ia berawal dari pertemuan-pertemuan yang tidak disengaja.

Bisa jadi, ia berawal dari manisnya rayuan kata-kata.

Bisa jadi, ia berawal dari kerling-kerling mata menggoda.

Dan tak jarang, perbuatan zina itu berawal dari pacaran.

Semua maksiat pasti ada prosesnya, tapi proses menuju zina berbeda dari maksiat lainnya. Banyak perbuatan maksiat yang berawal dari kejadian pahit. Jika mungkin perbuatan mencuri atau merampok berasal dari keterdesakkan kebutuhan hidup, atau tindak pembunuhan yang berawal dendam kesumat yang terpendam. Zina, dalam banyak kasus justru bermula dari rasa yang indah dalam setiap hati manusia: cinta.

Ketika cinta itu tidak dijaga, tidak dipagari dengan pemahaman baik, ia akan menjatuhkan kita dalam perbuatan-perbuatan hina. Zina salah satunya.

Dan janganlah kamu mendekati zina. Sungguh (zina) itu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Israa’: 32)

Mungkin memang terasa indah bila perasaan kita terbalaskan, indah bila rindu kita terbayarkan, indah bila cinta kita terbuktikan. Tapi bukankah itu semua pekerjaan setan, yang menjadikan indah di mata manusia segala bentuk perbuatan maksiat?

Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari kalangan) manusia dan (dari kalangan) jin, yang mereka satu sama lain saling membisikkan perkataan-perkataan yang indah untuk menipu (manusia)” (QS. Al An’aam: 112)

Betul, saya setuju tidak semua orang pacaran itu berujung zina. Tapi ada poin penting yang terlupakan di sini, tidak sedikit perbuatan zina itu berawal dari pacaran. Yang awalnya menyatakan cinta, tapi rupanya berujung pemenuhan nafsunya saja.

Selalu pahami, cinta yang baik selalu mengajari kau agar menjaga diri. Tidak melanggar batas, tidak melewati kaidah agama.” -Tere Liye, dalam novel Rindu

Pagi @Lab NCC

24/2/2016

Advertisements

Published by

Regin Iqbal

penuntut ilmu | pengagum sejarah | penggemar detective conan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s