Ikhlas Berbuat Baik

Mereka yang ikhlas dalam berbuat baik, tidak pernah mengenal kata kecewa dalam kamus mereka. Kenapa mereka harus kecewa sementara mereka mengerti kepada siapa kebaikan itu dipersembahkan? Karena mereka sadar, Dzat yang mereka sembah tidak pernah menyia-nyiakan segala bentuk kebaikan, sekecil apapun kebaikan itu.

Mungkin kita yang seharusnya berpikir ulang, untuk siapa agenda-agenda kebaikan itu kita lakukan? Kita yang kadang kecewa, kita yang kadang mulai lelah dan mengeluh, harusnya segera memeriksakan niat, ke mana niat itu kita tambatkan? Karena ketika kita mulai kecewa dalam berbuat baik, jangan-jangan ada kelebat manusia yang ingin kita cari ridhanya, ada kerling mata yang kita harapkan kehadirannya. Mungkin, lelah dan mengeluh adalah akibat diri kita sendiri yang tidak benar-benar ikhlas dalam melakukannya, masih ada intervensi makhluk dalam amal kepada sang Khalik.

Tak heran ada ulama yang mendefinisikan bahwa ikhlas adalah ketika ada atau tidak adanya orang yang melihat, tidak akan memengaruhi amal kebaikan kita. Kebaikan itu tidak akan bertambah ketika berada di tengah-tengah manusia, pun tidak akan berkurang ketika berada di dalam kesendirian. Ia tetap pada bentuknya sebagai kebaikan. Ia murni, ia hakiki, ia sejati.

Meski tidak pernah dilihat orang, tidak pernah mendulang pujian, tidak pernah dilirik barang sebelah mata, tetaplah dalam usaha terbaikmu untuk terus berbuat baik

Surabaya, 15/12/2015

Advertisements

Published by

Regin Iqbal

penuntut ilmu | pengagum sejarah | penggemar detective conan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s