Tentang Malam dan Apa-apa yang Dikandungnya

Hei, selamat malam. Apa kabar cantik? Tiap tengah malam begini, entah kenapa tiba-tiba aku selalu ingin mencurahkan segala perhatianku padamu. Padahal kuyakin kamu saat ini (semoga) sedang menemuiku di dalam mimpimu.

Bukan bermaksud jahat, tapi di siang hari jadwalku memang begitu padat. Sibuk kuliah, sibuk mengerjakan tugas, sibuk berbincang dengan teman. Dan aku lihat, kamu pun demikian. Di siang hari, dunia kita begitu berbeda. Aku dengan duniaku, dan kamu dengan duniamu. Tidak ada garis singgung di antara keduanya.

Tetapi ketika sedang tengah malam begini, entah mengapa aku hanya ingin perhatianku tertuju padamu. Apa karena malam adalah sebaik-baiknya penjaga rahasia, sehingga kita dengan begitu leluasa menceritakan segalanya kepada dia? Ya, mungkin karena malamlah sang penutup semua rahasia. Rahasia pencuri yang beraksi, rahasia hubungan suami istri, termasuk rahasia resahnya suara hati.

Atau mungkin karena malam bukanlah sang penutup, tapi justru malam adalah sang penyingkap? Malam menyingkap siapa-siapa yang sebenarnya berada di hati kita, ia singkap siapa yang sebenar-benarnya kita rindukan. Karena itulah biasa kulihat kafilah orang-orang shalih itu begitu dahsyat bersimpuh di atas sajadah mereka. Mereka rindu kepada cinta Sang Khaliq, sedangkan aku masih saja merindu cinta seorang makhluk. Duh…

Dan malam ini, aku coba bergabung dengan kafilah orang-orang shalih itu. Hal ini aku lakukan setelah berkonsultasi dengan teman dekatku,

Kalau kamu benar-benar menginginkannya, jemput dia dengan doa-doamu yang melangit.”

Loh, memangnya boleh? Bukannya nanti malah bisa jadi menodai keikhlasan dalam berdoa itu sendiri?

Karena itu, pastikan juga kamu memilihnya dengan keikhlasan. Bukan memilih dia karena cantik rupa dan anggun dalam bertata krama, tapi pilihlah ia murni karena baiknya hubungan dengan Tuhannya.

Dalam sujud, dengan mantap aku menyebut namamu. Hal yang bisa aku lakukan hanya ketika malam datang.

Surabaya, ketika malam pergi diusir pagi
23/11/2015

Advertisements

Published by

Regin Iqbal

penuntut ilmu | pengagum sejarah | penggemar detective conan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s