Life of Detty

Detty Kucing Kosan

Kenalin, ini namanya Detty. Udah sebut aja Detty, karena dia kucing penghuni kosan yang (katanya) paling kekinian se-keputih, Update 1. Tiap saya pulang, doi udah nunggu di depan kamar. Begitu saya buka pintu, doi langsung masuk begitu aja. Ya lumayanlah, ketika tetangga masukin cewek ke kamarnya, saya juga nggak mau kalah. Saya juga bisa masukin cewek, hamil pula, tapi dia kucing ._.

Awalnya saya kira kenapa dia sering main ke kamar adalah karena mau minta pertanggungjawaban ke saya. Maklum, kucing semlohai di daerah sini termasuk langka, dan mereka sering jadi korban layaknya zaman jahiliah ketika wanita dijajah pria. Untung ternyata bukan. Nggak mungkin saya ngomong ke orang tua kalau punya cucu dari spesies yang berbeda.

Kucing Galau

Saya heran sama Detty. Untuk kucing yang sering hamil, hidupnya tampak kurang bergairah. Hal itu terlihat dari kebiasaannya di kamar saya yang cuma bisa tidur-nguap-minta dielus. Mungkin karena beban hidup yang ia emban sebagai single mother, membuat dia butuh belaian dari pria yang hangat -seperti saya-. Sungguh amoral kucing-kucing liar itu, habis manis sepah dibuang, habis enak lupa bertanggung jawab. Mungkin ini ujian bagi saya untuk belajar mengambil tanggung jawab sebagai calon ayah yang hebat.

Hidupnya Detty ini, manis-manis-ngeselin. Kalau lagi muncul manjanya, doi manis minta nambah. Tapi kalau lagi muncul garongnya, sampai tumpukan baju pun bisa jadi bahan cakaran. Untung hidupnya murah, doi bisa mandiri. Selama saya keluar doi yang nyari makan sendiri. Toh kalau pun saya datang, cukup dikasih sepotong tempe doi ikhlas nggak menggugat. Sungguh hebat kamu Detty, rela diajak hidup susah. Seandainya kamu seorang wanita, dan cantik, akan saya temui ayah ibu kamu. Saya akan berterima kasih telah melahirkan wanita yang begitu memesona dan bersahaja. Tapi sayangnya, kamu adalah kucing. Suratan takdir telah menentukan kamu untuk hadir di dunia ini sebagai Felis catus, kasta kampung pula.

Kucing Dielus

Tapi bagaimanapun, terima kasih Detty sudah hadir dalam hidup saya. Apa daya belum berhak membelai seorang wanita, jadilah saya membelai kamu hai si kucing janda.

PS: Jika kamu membaca ini, kamu yang semoga dituliskan sebagai tulang rusuk saya yang hilang, maka ketahuilah bahwa tangan saya masih bersih dari membelai wanita yang tidak berhak saya belai. Dan satu-satunya makhluk berkelamin perempuan yang pernah masuk dalam kosan saya adalah kucing. Bagaimana dengan lalat? Nyamuk? Ah entahlah. Alat kelamin mereka begitu kecil. Eh, maksud saya karena ukuran mereka yang begitu kecil, jenis kelamin mereka tidak bisa saya pastikan. Dan yang harus kamu tahu, jika kucing liar yang begitu aja hadir dalam hidup saya, saya rawat dengan sebaik-baiknya, apalagi kamu yang sudah saya rencanakan untuk masuk ke dalam hidup saya saat ini dan seterusnya?

Surabaya, ketika sedang merindukan Detty..eh, kamu

21/11/2015

Advertisements

Published by

Regin Iqbal

penuntut ilmu | pengagum sejarah | penggemar detective conan

2 thoughts on “Life of Detty”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s