Gara-gara Kamu

book

Tahukah kamu kenapa aku suka menulis? Itu gara-gara kamu. Kamu yang tulisan-tulisannya selalu menginspirasi dan mengaduk emosi. Kamu yang mengajarkan aku menulis untuk menjadi diri sendiri.

Tahukah kamu kenapa aku suka membaca? Itu gara-gara kamu. Kamu yang bacaan-bacaanmu selalu mengajari tanpa harus menggurui. Kamu yang mengajarkan aku membaca untuk menjadi dewasa.

Aku suka menulis, aku suka membaca, gara-gara kamu. Tak sadar semua buku-buku yang kamu suka pun coba aku baca. Semua penulis yang kamu gemari pun coba aku kenali. Jadi setiap ke toko buku, aku seperti mencari setengah dirimu di rak-rak buku itu. Karena itulah satu-satunya kesempatan aku mengenalmu lebih jauh. Karena memang, satu-satunya cara aku bercengkerama denganmu adalah lewat buku yang sama-sama kita baca, lewat kata yang sama-sama kita eja.

Dan hari ini, saat aku duduk menghadiri seminar kepenulisan di ruangan besar ini, mungkin itu juga gara-gara kamu.

Aku duduk di barisan tengah. Kosong. Kursi di sampingku pun kosong. Adik kelas yang berada dua baris di depanku menyapa canggung,

“Sendirian, Mas?”

Aku mengangguk, mengaminkan kesendirianku.

Sebenarnya hal yang ajaib bagiku untuk sendirian ikut seminar seperti ini di akhir pekan. Bukankah seharusnya hari ini digunakan untuk bersenang-senang? Kenapa aku malah tergerak untuk ikut acara ini?

Hei, bukankah pembicaranya adalah penulis yang sering kau bicarakan itu? Yang tulisan-tulisannya kerap kali kau kutip dalam banyak tulisanmu? Aku tersenyum sendiri. Alasanku di sini sepertinya memang gara-gara kamu, ya? Pasti akan menyenangkan jika kamu juga ada di sini.

Pembicara datang. Si penulis kesukaanmu itu duduk di depan, mantap menyampaikan materi.

“Menulislah dari hati. Karena apa yang disampaikan dari hati pasti akan sampai ke hati.”

Hei, bukankah itu kutipan yang kau sukai? Tentang yang dari hati akan sampai ke hati. Pasti akan menyenangkan jika kamu juga ada di sini, mengisi kursi kosong di sampingku ini.

Sepanjang acara itu, aku coba untuk menyerap apa yang si penulis kesukaanmu itu sampaikan. Karena mungkin, dengan itu aku bisa lebih mengenalmu. Haha, padahal sudah lama kita berteman ya? Kok masih mau perkenalan lagi? Ya, sudah lama sejak kita berkenalan, sudah lama juga sejak kita terpisahkan. Tapi selama itu pula aku ingin mengenalmu lebih jauh, memahamimu lebih dalam, dan mengerti kamu lebih luas.

creative_talkshow

Tak terasa seminar kepenulisannya pun berakhir, tapi lamunanku akan kehadiranmu belum. Gara-gara kamu.

Surabaya menjelang ashar,

ditemani buku Ja(t)uh karya Azhar Nurun Ala, si penulis kesukaanmu.

12/4/2015

image source: tumblr

 

Advertisements

Published by

Regin Iqbal

penuntut ilmu | pengagum sejarah | penggemar detective conan

One thought on “Gara-gara Kamu”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s