Pindah Alamat (lagi)

house

Ternyata nggak cuma alamat rumah yang bisa pindah, alamat blog juga bisa 🙂

Lagi-lagi, gua harus pindah alamat blog. Karena setelah gua googling, nama ikubaru yang gua ambil dari nama Iqbal itu udah banyak banget dipakai, nggak baik untuk SEO. Wajar memang, nama itu udah nge-hits dari dulu. Dari gua SD sampai kuliah, pasti ada aja nama Iqbal (selain gua), dan itu lebih dari satu.

Sebagai contoh pas gua UAS kelas XI dulu, dalam satu ruangan ada 3 nama Iqbal. Ibu pengawasnya sampai bingung,

“Wah, di sini banyak Iqbal ya,”

Dan ada yang nyahutin segala,

“Iya, Bu. Habis ini kita mau buat keluarga Iqbal”

Yah, karena itu gua harus ganti alamat blog biar kece 😀

Menamakan sebuah blog artinya memberi nama sebuah brand yang bakal kita “jual”. Pakailah nama yang singkat, catchy, dan unik. Awalnya gua udah mau pake nama belakang gua, Mareza. Tapi sayangnya Wordpress tidak mengizinkannya. Intinya gua harus nyari nama baru yang nunjukin kalau,

Ini loh gua, seorang Regin Iqbal Mareza. The one and only Regin Iqbal Mareza.

Gua hampir pake nama reginiqbalmareza.wordpress.com, tapi itu kepanjangan dan orang udah keburu males ngetiknya. Habis itu kepikiran iqbalmareza. Tapi ah, ganjil rasanya ada Iqbal dan Mareza tapi nggak ada Regin-nya -_-

Akhirnya gua ngeliat-liat blog lain untuk nyari inspirasi. Kebanyakan blog atau situs pribadi yang namanya singkat itu pakai nama pemiliknya atau nama anaknya. Sebut saja aisyafra dan rumaysho. Lah gua belum punya anak, gimana dong? Setelah gua pikir-pikir, yaudah pengen juga deh pake nama anggota keluarga gua.

Nama Ayah? Mustahil. Nanti rekan bisnisnya bingung. Nama Ibu? Nanti dikira blog cewek. Kalau nama calon istri? 😛 Mau pake nama saudara? Yaudah. Toh, nama-namanya juga unik-unik. Jujur aja, Ibu gua adalah orang yang kreatif dalam membuat nama. Empat anaknya masing-masing memiliki nama yang antimainstream.

Contohnya nama gua, Regin Iqbal Mareza. Sebenarnya nama ini diambil dari nama teman beliau, Elin. Sayangnya yang lahir laki-laki, yaudah cari nama pengganti yang kedengerannya mirip. Jadilah Regin. Iqbal diinisiasi oleh Ayah, karena beliau terinspirasi dari penyair Muhammad Iqbal. Kayaknya, cuma ini satu-satunya nama yang Ayah gua terlibat dalam pembuatannya. Mareza? Oh, itu buatan Ibu gua. Kalau ditanya kenapa pasti dijawabnya,

Nggak apa-apa, biar enak aja didengar namanya. Regin Iqbal Mareza.

Begitu pun nama adik-adik gua. Semuanya nama asing yang nggak biasa. Dan salah satunya adalah Indantia…

Sebenernya ini nama anak kedua di keluarga kami, Davin Rizki Indantia, yang meninggal ketika umurnya masih 10 bulan. Yah, usia di mana bayi sedang lucu-lucunya. Gua nggak ingat banyak karena waktu itu gua masih kurang dari 4 tahun. Kenangan dengannya pun sedikit yang masih nyangkut. Karena nggak begitu lama setelah ia meninggal lahirlah anak ketiga, jadi kenangannya pun dengan cepat terhapus. Hiks 😥

Tapi nggak apa-apa, semoga Allah mengumpulkan kami sekeluarga di surga-Nya kelak, aamiin.

image source: fineartamerica

Advertisements

Published by

Regin Iqbal

penuntut ilmu | pengagum sejarah | penggemar detective conan

2 thoughts on “Pindah Alamat (lagi)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s