Dulu Katanya Malu

flower

Dulu ada anak SD yang kalau kepergok ngebatalin puasa Ramadhan langsung nangis, langsung kabur dari teman-temannya. Malu katanya. Eh, pas SMP malah bangga kalau berani minum di depan umum.

Dulu ada orang yang kalau ketahuan nyontek langsung panik, gelisah sampai pulang sekolah. Malu katanya. Eh, lewat setahun malah jumawa nyebarin tips dan trik nyontek ala agen rahasia.

Dulu ada teman yang kalau keliatan pacaran langsung buang muka, menjauh dari pacarnya. Malu katanya. Eh, sekarang malah ngerasa biasa aja mesra-mesraan di tengah keramaian.

Dulu dan sekarang pelakunya sama, mentalnya yang beda. Kalau dulu masih ada yang namanya malu, sekarang malah raib entah ke mana. Mungkin dalam dirinya rasa malu telah dikalahkan oleh nafsu? Ah, sudahlah. Tak ada yang tahu.

Tapi siapa sangka, kalau hilangnya malu bisa jadi sebab seorang hamba tak diampuni dosanya.

Setiap umatku dimaafkan kecuali orang yang terang-terangan dalam bermaksiat. Yaitu seseorang yang telah berbuat dosa di malam hari lantas di pagi harinya ia berkata bahwa ia telah berbuat dosa ini dan itu padahal Allah telah menutupi dosanya. Pada malam harinya, Allah telah menutupi aibnya, namun di pagi harinya ia membuka sendiri aib yang telah Allah tutupi. [1]

Bukankah karena hilangnya malu sehingga seseorang bangga akan dosanya? Bukankah karena hilangnya malu seseorang bangga dengan aibnya?

Barangsiapa malu menjadi pakaiannya, maka sungguh orang lain tidak akan melihat aibnya. [2]

Tapi kalau memang urat malunya sudah putus, yaudah.

Jika kamu tidak malu, maka lakukanlah sesukamu [3]

Kalau orang udah berbuat sesuka dia, hal yang paling malu-maluin pun udah nggak bakal malu lagi untuk dilakuin. Yang namanya dosa juga udah dianggap biasa.

Tapi kamu tahu apa yang lebih malu-maluin? Ngeliat orang lain berkubang dosa tapi nggak berbuat apa-apa untuk memperbaikinya.

 

Ketika azan isya berkumandang di sela rintik hujan.

Surabaya, 19/2/2015

 

___________________________________________

 

[1] HR. Bukhari no. 6069 dan Muslim no. 2990

[2] Al Adab Asy Syar’iyah II/227

[3] HR. Bukhari no. 6120. Redaksi lengkapnya,

Salah satu dari perkara yang telah diketahui manusia dari ucapan Nabi terdahulu: Jika kamu tidak malu, maka lakukanlah sesukamu.

image source: fineartamerica

Advertisements

Published by

Regin Iqbal

penuntut ilmu | pengagum sejarah | penggemar detective conan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s