Memantaskan Diri

rain

Memantaskan diri, selalu aja terngiang kalimat itu.

Selalu aja kalau lagi galau-galaunya, yang terlintas di benak, “Perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, perempuan jahat untuk laki-laki jahat. So? Ayo jadi laki-laki baik itu!!!

Yah, itu yang ada di benak. Kenyataannya? Hanya bisa diam terpaku menatap kehampaan. Mana geraknya? Mana aksinya? Mana usahanya?

Selama ini yang aku namakan memantaskan diri hanyalah kegiatan galau tapi dengan prospek masa depan hingga ke jenjang pernikahan #udahmikirjauh

Lihatlah realita! Apa duduk di depan layar, memantau aktivitas dia sambil memandang foto-fotonya di media sosial, dan dengan harap-harap cemas bergumam dalam hati, “Duh, kapan aku akan memilikimu?” itu namanya memantaskan diri? You’re so pathetic, dude. Itu namanya stalking, bukan memantaskan diri.

Memantaskan diri itu menyiapkan yang terbaik, membentuk kepribadian terbaik, dan menjalani hidup dengan langkah yang terbaik. Tidak usah cemas, kelak pilihan terbaik itu akan datang sendirinya, dia si perempuan terbaik yang dipilihkan sesuai dengan rencana-Nya yang terbaik pula.

Mari berjuang, wahai dia. Mari berjuang memantaskan diri bersama. Bukan demi aku, bukan demi kamu, tapi demi kita.

image source: deviantart

Advertisements

Published by

Regin Iqbal

penuntut ilmu | pengagum sejarah | penggemar detective conan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s