Bukan Sekedar Berilmu

Pen writing

lmu adalah cahaya dan cahaya Allah tidaklah mungkin diberikan pada ahli maksiat.

-Perkataan guru Imam Asy Syafi’i dalam kitab I’anatuth ThalibinSource

Asli, nasihat ini dalem banget. Dan emang faktanya, yang namanya air sama minyak nggak bakal pernah nyampur, antara hitam dan putih nggak bakal pernah ketemu. Apalagi antara yang haq dan yang batil, jaraknya antara timur dan barat.

Bahkan ilmu yang tersimpan di dada seorang ahli maksiat pun hanya bisa menjadi benih penyakit kemunafikan yang akut…

 

Ilmu seorang munafik itu terletak pada ucapannya, sedangkan ilmunya seorang mukmin terletak pada amalnya.

Abdullah bin Al Mu’tazSource

Karena ilmu bukan untuk mencari wajah manusia, bukan untuk menjilat para penguasa, dan bukan untuk dijual demi dunia. Masih kurang jelas kah firman Allah,

 

Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, pasti Kami berikan balasan penuh atas amalan mereka di dunia (dengan sempurna) dan mereka di dunia tidak akan dirugikan. Mereka itulah orang-orang yang tidak akan memeproleh sesuatupun di akhirat kecuali neraka dan sia-sialah apa yang telah mereka lakukan di dunia dan terhapuslah semua amalan yang  mereka kerjakan

(QS. Hud: 15-16)

Apalagi mereka yang hanya menuntut ilmu untuk berdebat di hadapan manusia. Mencari perhatian setiap orang, menikmati tatapan kagum setiap insan.

Barangsiapa yang menuntut ilmu dengan maksud untuk membanggakan diri di hadapan ulama atau untuk mendebat orang-orang  bodoh, atau agar dengan ilmunya tersebut semua manusia memberikan perhatian kepadanya, maka dia di neraka.

HR. Ibnu Majah

Tidak kah kita ingin belajar dari para pendahulu kita? Para salaful ummah dalam kebaikan dan ketaatan. Yang dari lisan mereka keluar untaian mutiara hikmah, yang dari jejak langkah mereka berhasil menorehkan sejarah.

Dari Abdullah Ibnu Mubarak, ia berkata bahwa dikatakan kepada Hamdun Ibnu Ahmad : “Apa penyebabnya perkataan para salaf lebih bermanfaat daripada perkataan kita?”

Maka Hamdun menjawab,

Karena mereka berbicara untuk keagungan Islam, keselamatan jiwa-jiwa (manusia), dan (meraih) ridha Ar Rahman. Sedang kita berbicara untuk kemulian diri sendiri, mencari dunia, dan penerimaan manusia.

-Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam Al Hilyah dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Îmân. Source

 

Dan hanya kepada Allah kami memohon petunjuk.

Surabaya, 13 Januari 2014. Ba’da subuh

Hamba Allah yang memohon ampunan-Nya.

image source: theguardian.com

Advertisements

Published by

Regin Iqbal

penuntut ilmu | pengagum sejarah | penggemar detective conan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s